” Yayasan Islam Al-Kahfi ”
Mukaddimah
Segala puji hanyalah milik Alloh, kita memujinya dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang baik, shalawat dan salam senantiasa tercurah atas junjungan dan panutan hidup kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada kerabatnya, para sahabatnya, tabi’in, tabiut tabi’in dan pengikutnya yang senantiasa teguh mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman.
Alloh telah mengkaruniakan umat ini dengan mengutus Nabi dari kalangan sendiri dan menurunkan Al-Qur’an dengan bahasa mereka. Maka menjadi kewajiban seorang muslim untuk memberikan perhatiannya yang besar dalam kembali menelaah dan mempelajari Al-Qur’an serta sunnah Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
Lembaga Pendidikan dan Da’wah Islam adalah lembaga mulia sebagai oraganisasi yang diakui oleh pemerintah dan masyarakat sebagai sarana untuk mencapai tujuan mulia yaitu menciptakan ummat yang taat kepada Alloh dan Rasullnya, mewadahi untuk menimba ilmu, mencetak kader generasi masa depan, dan sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan yang berjenjang dan berkesinambungan.
Membangun sarana Pendidikan dan Da’wah Islam seperti ; Pondok Pesantren, Pusat Pendidikan Formal, Masjid dan sarada Da’wah lainnya dari Tingkat, Taman kanak-kanak, Sekolah dasar, Stanawiayah, Aliayah, dan Perguruan Tinggi, dipandang sangat mendesak dan penting sebagai tempat untuk membina para penuntut ilmu agama, sebagai lahan untuk mempersiapkan generasi masa depan dan membentuk pribadi muslim / muslimah agar ummat islam Kota Batam mempunyai rujukan sebagai tempat pembinaan sebagai pusat pendidikan yang terpadu, berkesinambungan yang berlandaskan “Al Quran dan Sunnah” yang sesuai dengan pemahaman salaful Ummah
latar belakang
Perkembangan pembangunan di Kota Batam selama lebih dari satu dasawarsa terakhir, mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Hal ini dapat dilihat pada jumlah infrastruktur kota yang terus dibangun, demikian juga pada perkembangan sektor-sektor strategis yakni industri, perdagangan, pariwisata dan jasa, serta pada perkembangan penduduk dan perumahan. Pada tahun 2003 jumlah penduduk kota ini telah melebihi dari 600.000 jiwa. Dan berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2000, jumlah ummat Islam adalah 76,68% dari total penduduk.
Sebagai sebuah pusat kota, Batam telah mengundang migrasi penduduk dari berbagai wilayah, baik di Indonesia dan manca negara. Akibatnya Kota Batam yang sebelumnya dikenal sebagai sosial relatif homogen mayoritas beragama Islam dengan etnis melayu, kemudian berubah menjadi sebuah kota yang heterogen, baik etnis, agama dan budaya. Imigran yang datang dari daerah lain kemudian membawa saudara kerabatanya, juga membawa kepercayaan/keyakinan, nilai-nilai, serta budaya dan prilaku yang berbeda dengan masyarakat tempatan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Sementara itu penduduk wilayah ini yang mayoritas Islam berada pada tingkatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam yang masih lemah. Akibatnya, maka terjadilah kontak budaya yang mengarah kepada peleburan budaya, nilai etika dan mengarah pada penerimaan yang tanpa filter yang pada akhirnya akan semakin menjauhkan kaum muslimin dari Islam.
Untuk menangkal mengatasi persoalan di atas, maka peningkatan intensitas dakwah harus dilakukan secara berkesinambungan. Peningkatan upaya dakwah dilaksanakan dengan memanfaatkan sarana dan media dakwah yang tersedia, dan dengan membangun sarana dakwah sesuai dengan peluang dan kemampuan yang dimiliki.
Diantara berbagai sarana dakwah tersebut adalah ; Masjid, Pendidikan Formal Sekolah Taman Kanak – kanak, dan Sekolah Dasar, sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas , Ataupun pusat Pendidikan non formal seperti Pondok Pesantren dan pusat pendidikan Islam Terpadu, menempati kedudukan yang sangat strategis sebagai tonggak untuk menekan dasar-dasar pendidikan mulai usia dini hingga usia dewasa untuk kebutuhan umat Islam di Kota Batam.
Oleh karena itu maka pada tanggal 5 Mei 2003 melalui Akte Notaris Yondri Darto,SH. Nomor 25 Tahun 2003, berdirilah YAYASAN ISLAM AL-KAHFI dan Diperbaharui dengan Perubahan Anggaran Dasar Pada Tanggal 08 Desember th 2007 Nomor 90 Akta Notaris Yondri Darto SH yang berkedudukan di Kota Batam.
Yayasan Islam Al-Kahfi adalah sebuah lembaga yang komitmen terhadap ilmu dan dakwah Islam berdasarkan aqidah ahlussunnah wal jama’ah dengan manhaj para Salaf Shalih yang semoga Allah meridhai mereka.
TUJUAN
Yayasan ini bermaksud dan bertujuan merealisasikan pembangunan dan saling tolong menolong dalam kebajikan dan taqwa, guna mencapai kehidupan lahir dan bathin yang layak bagi manusia terutama masyarakat Islam di dalam arti yang seluas-luasnya untuk meraih Ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka Yayasan Islam Al-Kahfi menetapkan kerangka sebabagi berikut :
- Sebagai pusat Da’wah Islam yang menjadi rujukan bagi Kaum Muslimin dan penyelengggara Pendidikan baik Formal maun Pendidikan Non Formal di kota Batam,
- Mendirikan dan menyelenggarakan Pendidikan Formal dengan legalitas Formal yang profesional dan berjenjang di tingkat Usia Paud, TK, SD,Tsanawiyyah dan Aliayah, dan Perguruan tinggi
- Mendidikan dan menyelenggarakan pusat pendidikan da’wah salafiyyah dan pendidikan Non formal yang fropesional berjenjang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
- Sebagai wadah untuk mempersiapkan anak-anak, remaja, dewasa menjadi dai’ sebagai penyeru Amar ma’ruf dan nahyl mungkar.
- Dapat membendung dan menangkal pengaruh negatif perkembangan yang terjadi di dunia luar terhadap kaum muslimin di Kota Batam,
- Memupuk dan menumbuhkembangkan persatuan dan kesatuan ummat berdasarkan aqidah yang benar yaitu aqidah ahlussunnah waljamaah berdasrkan pemahaman salaful Ummah.
ASAS DAN PRINSIP
Yayasan Islam Al-Kalfi berasaskan Islam, beraqidah ahlussunnah wal jama’ah dengan mengikuti pemahaman para salaful ummah, dan berpendapat bahwa mereka adalah golongan yang paling mengerti dan memahami tentang Islam, sehingga wajib diikuti.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersaksi terhadap hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadits Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sebaik-baik generasi adalah generasiku, disusul generasi setelahnya, disusul oleh generasi setelahnya.” Imran radhiallahu ‘anhu berkata,”Saya tidak tahu pasti, beliau menyebutkan dua generasi berikutnya -setelah generasinya- atau tiga generasi berikutnya.” (Lanjutan hadits) “Kemudian setelah itu muncul segolongan kaum yang bersaksi tanpa diminta kesaksiannya, berkhianat dan tidak bisa dipercaya, bernadzar dan tidak menunaikannya, dan tubuh-tubuh mereka terlihat banyak dagingnya (gemuk, makan melebihi batas).” (HR. Al-Bukhari, kitab keutamaan para shahabat).
Berdasarkan hal tersebut, Yayasan Islam Al-Kahfi membenci fanatisme hizbiyah, kelompok dan golongan yang menyelisihi para salaful ummah dan membuat kaum muslimin terpecah-belah menjadi beberapa golongan yang memuaskan Hawa nafsu sehingga wala’ (loyalitas) kepada Allah telah berubah menjadi wala’ kepada fanatisme golongannya.
Hal di atas terjadi tidak lain karena semangat kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah semata-mata didasarkan atas persepsi sendiri, padahal Allah Ta’ala berfirman,
“Dan berpegang teguhlah (kalian semua) kepada tali Allah dan janganlah bercerai-berai.” (Ali Imran: 103).
Dan beberapa hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam seperti yang diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah radhiallahu ‘anhu, ia berkata,
“Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat bersama kami, kemudian beliau menghadapi kami dan memberikan kepada kami wejangan yang sangat jelas, yang membuat airmata berlinang dan menggetarkan hati”. Kemudian salah seorang berkata, “Wahai Rasulullah, seakan-akan wejangan ini adalah wejangan perpisahan. Apakah yang engkau wasiatkan kepada kami?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Saya wasiatkan kepada kalian semua, agar senantiasa bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, mendengar dan mentaati, meski kepada seorang budak hitam Habasyi. Sesungguhnya siapa yang hidup pada zaman setelah aku, ia akan melihat banyak perpecahan, maka hendaklah kalian senantiasa memegang teguh sunnahku dan sunnah para Kulafa’ur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah dengan teguh dan gigitlah dengan gerahammu. Hendaklah kalian menghindari hal-hal baru (dalam agama), karena setiap hal yang baru itu adalah bid’ah dan setiap bid\’ah itu adalah sesat.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab As-Sunnah dan dishahihkan oleh Al-Albani).
Di dalam memahami nash-nash yang sukar dimengerti atau permasalahan yang tidak ada nashnya, Yayasan merujuk kepada para ulama besar ahlussunnah wal jama’ah yang telah disaksikan kepiawaian dalam keilmuan dan tingkat ketakwaan, berdasarkan kitab-kitab mereka, seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam As-Syafi’i, Imam ahli hadits Ahmad bin Hambal, Syaikh Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnu Qayyim -semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati mereka semua dan yang lainnya dari para ulama salaf. Juga kepada para ulama umat ini yang masih hidup, yang terkenal ketakwaannya dan kebijaksanaannya di dalam menyikapi berbagai permasalahan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
“…… maka bertanyalah engkau kepada ahli dzikir (ulama) jika engkau tidak mengetahui.” (QS. An Nahl : 43).
Yayasan Islam Al-Khfi tidak fanatik kepada salah satu ulama atau meninggalkan yang lain, pun tidak berpendapat ada seseorang yang ma’shum (terbebas dari kesalahan) kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sikap fanatik dan membatasi diri pada seseorang akan menjerumuskan Yayasan ke dalam kesesatan sebagaimana keadaan ahlul bid’ah dan hizbiyah; bilamana orang yang diikuti tersebut secara sengaja atau tidak sengaja terjerumus ke dalam kelalaian dan kesesatan, maka pengikutnya juga akan tersesat.
Dengan demikian Yayasan Islam Al-Kahfi memanfaatkan ilmu dari semua ulama ahlussunnah wal jama’ah yang telah disaksikan tingkat keilmuannya, derajat ketaqwaannya, kebijaksanaannya dan tingkat ittiba’ (mencontoh) mereka kepada para salaful ummah.
MANHAJ YAYASAN DALAM DA’WAH DAN PENDIDIKAN
Yayasan Islam Al-Kahfi senantiasa mengutamakan ilmu dan nasehat di dalam dakwahnya dan menempuh cara-cara yang baik serta menjauhi segala bentuk anarkhisme di dalam menyeru kepada kebenaran.
Yayasan Islam Al-Kafi membuat beragam prangkat dakwah dan menyelenggarakan pesantren khusus pekerja wanita, khusus pekerja pria, yang pintunya senantiasa terbuka bagi setiap muslim yang berpartisifasi untuk kelangsungan da’wah tesebut.
Yayasan tidak ingin melaksanakan program dakwah ini sendirian, akan tetapi senantiasa mengajak bekerja sama di dalam dakwah dan pendidikan. Yayasan senantiasa menelaah berbagai kebutuhan yayasan-yayasan dan lembaga-lembaga lain serta berusaha sekuat kemampuan untuk turut membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut dan turut mengatasi kendala yang menghalanginya.
Dengan demikian akan tampak nyata realisasi dari firman Allah,
”…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…” (QS. Al-Maaidah : 2).
PROGRAM YAYASAN ISLAM AL-KAHFI,
Program kegiatan utama Yayasan Islam Al-Kahfi disusun berdasarkan analisa kebutuhan sasaran. Program-program ini dilaksanakan berdasarkan asas partisipatif dengan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip syariah yang sesuai dengan manhaj ahlusunnah waljama’ah.
Agar semua program di Yayasan Al-Kahfi dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan mampu memberi nilai tambah bagi pembangunan manusia, maka kami menyusun seluruh program dalam Rencana Strategis meliputi : Perencanaan, Pelaksanaan, Monitoring dan Evaluasi.
Program utama yang menjadi sasaran adalah Pembinaan, Dakwah, Pendidikan dan Pemberdayaan umat, dan Pengembangan Sumber Daya serta Pelayanan Sosial Masyarakat dan aplikasi dari semua proses pelaksanaannya.
Adapun aktifitas programnya meliputi :
1. Pembinaan Dakwah Ahlusunnah Waljama’ah
a. Dakwah tarbiyah bagi anggota yayasan Islam Al-Kahfi,
b. Dakwah fardiyyah,(Dakwah Secara Individu)
c. Pelatihan kemandirian dan keterampilan
d. Pelayanan majlis ta’lim dan khutbah jum’at
f. Tababligh akbar
2. Pengembangan Sumber Daya
a. Pendidikan formal tingakt SD s/d Perguruan tinggi
b. Pendirian dan pengembangan Pondok pesantren
c. Beasiswa khusus,
d. Pelatihan kader da’I dan da’iyah
3. Pelayanan Sosial Masyarakat
a. Peduli Da’i lapangan
b. Layanan pengajian umum di masjid dan perkantoran
c. Santunan sunatan masal anak yatim dan dhuafa
d. Bantuan sosial kemanusiaan seperti bencana alam
f. Pelayanan pembanguan sarana ibadah seperti masjid dll
PENGURUS YAYASAN ISLAM AL-KAHFI
PEMBINA :
NURUDDIN LATIEF
SOFYAN TRIRUJITO
HAMDANI
SUDIRMAN
FIRDAUS
KHAERRUL
SOLAHUDDIN
PENGURUS HARIAN
Ketua :
ASEPHIDAYAT
BUDI ISKANDAR
Sekretaris :
ANTOK PRASETYO
DEDDY BAHAGIA
Bendahara :
M.RIZAL CHERY
EDI HERMANSYAH
PENGAWAS :
AHMAD RIDWAN
NAJARUDIN
ASEP ISKANDAR
HERI SUMARTONO


Semoga kita tergolong orang-orang yang selamat dan selalu dalam lindungan dan petunjuk Allah, amin. Oya, ana mohon diberikan informasi tentang SDIT yang ada di Batam Centre. Jazakumullah khoiran katsiro.