Wahai para kaum muslimin..!!
Pernahkah kita mendengar pemikiran bagai mana uang bekerja untuk kita dan kita mendapatkan pasif income?? Mereka menginvestasikan uangnya di saham-saham perusahaan, rumah kos-kosan, dll dimana dia sendiri tidak bekerja….tapi dia tetap mendapatkan in come. Sebagai seorang muslim kita juga harus berfikir, bukan hanya pasif in come…. Tapi…pasif pahala. Bagaimana kita tetap mendapatkan pahala disaat tubuh kita sudah lemah tidak kuat beribadah atau beramal karena dimakan usia?. Bagaimana kita tetap mendapatkan pahala disaat tubuh kita tidak mampu beribadah karena penyakit yang kita derita?.
Sudahkah kita berfikir demikian? Amal apakah yang mendatangkan pasif pahala? Ada amal, yang kalau kita amalkan maka kita akan mendapatkan pahala tanpa putus, sekalipun kita sudah terkubur.
Penasaran?
Salah satu amal itu adalah Menjadi Perintis Kebaikan.
Perintis kebaikan itu akan mendapatkan pahala semua orang-orang yang mengikutinya.
Rasulullah bersabda:
“barang siapa yang merintis kebaikan maka baginya pahala kebaikan dan mendapatkan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun” (hr.muslim)
Sekarang Kita Sedang Merintis.
Pusat pendidikan islam terpadu SMPIT imam syafi’iyg berada di nongsa , batam, kepri.Yang nantinya adakan ada ratusan santri tiap tahunya yang belajar al qur’an dan hadits rasulullah. Sedangkan pahala membaca al qur’an saja satu hurufnya sepuluh kebaikan. Setiap hari para santri mengaji dan belajar di gedung sekolah smpit imam syafi’i.
Apakah antum mau bergabung dengan kami, menjadi perintis berdirinya imam syafi’i.??
Jangan lewatkan kesempatan emas ini .. !
Ingat…..infak diawal rintisan tidak sama nilainya dengan infak saat sudah berdiri. Ketika terjadi pertikaian antara shahabat nabi abdurahman bin auf dengan kholid bin walid (abdurahman masuk islam di awal islam di mekkah sedangkan kholid bin walid masuk islam setelah perang uhud). Rasulullah bersabda, ”janganlah kalian mencaci shahabatku, Demi yang jiwa muhammad ada ditangannya, seandainya salah seorang diantara kalian menginfakkan emas sebesar gunung uhud yang demikian itu tidak sebanding dengan satu mud atau setengah mud”. (hr bukhori)
Fikirkan….setengah mud tak bisa ditandingi dengan emas gunung uhud!!!
Kenapa??
Karena infak disaat rintisan sangat dibutuhkan…. Dan sangat berarti/bernilai, Sangat berbeda dengan infak setelah berdiri atau berjalan, sekalipun itu juga masih dibutuhkan, Tapi semua infak yang dikeluarkan saat merintis dan setelah berdiri semua tetap mendapat pahala dari Allah Orang yang cerdas akan bergegas dalam merintis kebaikan.
Batam, 20 september 2011.
Panitia pembangunan smpit imam syafi’i.
Investasi infak bisa di tranfer ke rek: BCA 326142288 – A/n. Muhammad Rizal Chery
Beritahukan setelah tranfer ke hp: 08127044239
Filed under: Informasi
Trackback Uri

